Lompat ke konten utama
Cititex

Teknik sablon

Teknik sablon dan kapan dipakai

Setiap teknik punya kekuatan dan batasannya sendiri. Yang paling menentukan biasanya bukan mana yang terbaik, melainkan mana yang cocok dengan desain, bahan, dan jumlah pesanan Anda.

Pilihan teknik

6 teknik yang dilayani

Diagramnya menggambarkan potongan melintang kain, jadi terlihat apakah warnanya duduk di atas permukaan, masuk ke serat, atau dijahit menembus kain.

  • Diagram potongan melintang kain untuk teknik Plastisol. Ini grafik penjelas, bukan foto hasil sablon.PlastisolTinta yang duduk di atas permukaan kain dan menutup warna dasar dengan rapat.Cara kerjanyaTinta berbasis minyak yang tidak meresap ke serat, lalu dikeringkan dengan panas. Karena menumpuk di permukaan, warna tetap pekat walaupun kaosnya gelap.Paling pas untukDesain detail halusWarna pekat di kaos gelapRaster dan gradasiTeks kecilYang perlu diperhatikanHasilnya terasa sebagai lapisan di permukaan kain, tidak menyatu. Untuk desain blok besar, permukaan sablon akan terasa saat dipegang.
  • Diagram potongan melintang kain untuk teknik Rubber. Ini grafik penjelas, bukan foto hasil sablon.RubberTinta karet yang lentur dan mengikuti tarikan kain.Cara kerjanyaTinta berbasis air dengan campuran karet, menempel di permukaan kain dan tetap elastis setelah kering sehingga tidak mudah retak saat kaos ditarik.Paling pas untukSablon blok warnaKaos katunDesain sederhanaJumlah banyakYang perlu diperhatikanKurang tajam untuk garis sangat tipis atau raster halus dibanding plastisol.
  • Diagram potongan melintang kain untuk teknik Discharge. Ini grafik penjelas, bukan foto hasil sablon.DischargeWarna dasar kain dilepas, lalu warna baru masuk ke seratnya.Cara kerjanyaBukan menumpuk tinta di atas kain, melainkan mengangkat pewarna asli kain di area desain dan menggantinya. Hasilnya menyatu dengan kain dan hampir tidak terasa saat dipegang.Paling pas untukKaos gelap yang ingin terasa ringanDesain vintageSablon punggung penuhYang perlu diperhatikanHanya bekerja di kain berbahan katun dan hasil warnanya tergantung pewarna asli kain, jadi warna akhir bisa bergeser dari perkiraan.
  • Diagram potongan melintang kain untuk teknik DTF. Ini grafik penjelas, bukan foto hasil sablon.DTFDesain dicetak ke film lalu dipindahkan ke kain dengan panas.Cara kerjanyaGambar dicetak penuh warna ke lembar film, dilapisi bubuk perekat, lalu dipress ke kain. Tidak perlu memisahkan warna satu per satu seperti sablon manual.Paling pas untukDesain penuh warnaFoto dan gradasiJumlah sedikitDesain berbeda tiap potongYang perlu diperhatikanHasilnya berupa lapisan film di permukaan kain. Untuk desain berukuran sangat besar, bagian yang tertutup film akan terasa kurang bernapas.
  • Diagram potongan melintang kain untuk teknik Polyflex. Ini grafik penjelas, bukan foto hasil sablon.PolyflexLembaran vinil dipotong mengikuti bentuk desain lalu dipress.Cara kerjanyaBahan vinil berwarna solid dipotong mesin sesuai garis desain, sisanya dibuang, lalu sisa potongannya dipress ke kain.Paling pas untukNama dan nomor punggungLogo satu warnaSatuanJerseyYang perlu diperhatikanHanya untuk warna solid, tidak bisa gradasi. Desain dengan detail sangat kecil sulit dipotong bersih.
  • Diagram potongan melintang kain untuk teknik Bordir. Ini grafik penjelas, bukan foto hasil sablon.BordirDesain dibentuk dari benang yang dijahit ke kain.Cara kerjanyaMesin menjahit benang mengikuti pola desain. Hasilnya timbul dan tidak mengelupas karena bukan lapisan yang ditempel.Paling pas untukLogo di dada poloSeragam kerjaTopiJaketYang perlu diperhatikanKurang cocok untuk desain lebar atau bergradasi. Detail yang terlalu kecil akan menyatu ketika dijahit.

Sebelum memilih

Kirim desainnya lewat WhatsApp

Cocok atau tidaknya sebuah teknik baru bisa dipastikan setelah desainnya dilihat, karena ukuran, jumlah warna, dan ketebalan garis ikut menentukan. Situs ini belum menerima unggahan file, jadi file desain dikirim lewat WhatsApp.